Yang tercatat Ciremai mengalami erupsi tahun 1698, 1772, 1775, 1805, 1937, dan 1951.
Hari-hari sebelum erupsi pertama terjadi beberapa kali gempa bumi hebat terjadi di wilayah Cirebon, dan erupsi kejadian hari Senin, 3 Februari 1698 ketika Ciremai diguyur hujan lebat terjadi ledakan, Ciremai mengalami erupsi, dinding sebelah utara gunung Ciremai roboh, material lahar dingin bercampur air hujan mengalir deras menerjang daerah rendah. Desa Payung Kec. Rajagaluh Kab. Majalengka diterjang banjir lahar dingin gunung Ciremai yang memakan korban jiwa.
Tidak ada catatan letusan gunung Ciremai pertama kali yang diketahui dari literature. Sampai pada tahun 1919 dalam sebuah jurnal geografis, E.H.B. Brascamp. menulis bahwa dia menemukan surat dari Residen Cirebon tertanggal 14 Februari 1698 yang ditujukan kepada Gubernur Jenderal Willem dan Dewan Hindia di Batavia. Isi surat tersebut tentang laporan robohnya sebagian gunung Ciremai tanggal 3 Februari 1698 yang mengakibatkan banjir lahar dingin yang sangat dahsyat sehingga penduduk wilayah Payung baik manusia maupun hewan tewas secara tragis.
Dalam surat tersebut dijelaskan kronologis kejadian sesuai cerita penduduk setempat dimana awalny terjadi gempa bumi, hujan deras, abu yang menempel di rumah penduduk setebal 30 cm dan korban jiwa. Namun dalam surat tersebut Residen Cirebon belum menyimpulkan bahwa itu akibat kejadian gunung meletus. (hr)


